Printer Laser Membahayakan Kesehatan?

Kamis, 4 Desember 2008 | 09:43 WIB

BERLIN, KAMIS – Sebuah lembaga riset Jerman, Fraunhofer-Gesellschaft, baru saja menuntaskan sebuah studi tentang emisi yang dikeluarkan oleh printer laser. Dalam laporannya disebutkan, saat mencetak printer laser melepaskan emisi zat kimia organik volatile (ozon), minyal silikon, parafin dan partikel-partikel yang sangat halus. Tidak dijabarkan apa pengaruhnya terhadap kesehatan.

Namun beberapa studi riset Australia yang dilakukan sebelumnya mengungkap bahwa emisi partikel tersebut setara dengan efek merokok. Studi Australia ini juga menyarankan agar pemerintah mengawasi perusahaan printer karena produk-produknya seringkali merupakan sumber utama polusi udara di kantor.

Memang, jika printer laser sedang bekerja akan tercium bau tertentu. Itulah ozon, zat kimia organik volatile yang disebut-sebut dalam studi di atas. Jika konsentrasinya sangat tinggi, di atas 1ppm, ozon dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, tenggorokan dan paru-paru.

Akan tetapi kebanyakan orang ‘tahan’ mencium ozon pada konsentrasi yang lebih rendah, sampai 0,01ppm. Sekadar informasi, ozon-lah yang menyebabkan retakan-retakan pada ban mobil tua. Pada ban baru sudah ditambahkan zat yang mencegah kerusakan akibat ozon.

Studi-studi juga mengungkap bahwa printer yang tidak menggunakan toner, tetapi mekanisme pemanasan tingkat tinggi seperti mesin faksimili, juga melepaskan beberapa zat kimia ke udara. Zat-zat ini mengumpul di udara dan membentuk partikel-partikel sangat halus dari minyak silikon dan parafin.

Mungkin Berbahaya
Studi Fraunhofer, yang dibiayai oleh para produsen printer dan mesin fotokopi yang tergabung dalam BITKOM (organisasi perusahaan dan media TI, telekomunikasi dan media baru Jerman), mengatakan “printer laser nyaris bebas emisi partikel toner”.

Namun ketika cartridge toner-nya baru, partikel yang dilepaskan justru lebih banyak dibandingkan pada cartridge toner yang sudah berumur. Selain itu, pencetakan grafis yang berat atau memakai banyak toner akan meningkatkan emisi partikel. Partikel-partikel inilah yang bisa berbahaya.

Jika ukurannya sangat halus, begitu menurut artikel dalam jurnal kimia Environment Science and Technology yang terbit pertengahan Agustus 2007, partikel-partikel bisa masuk ke rongga-rongga terdalam dari paru-paru. Sedangkan partikel yang lebih besar dapat mengumpulkan dan membawa sejumlah racun ke dalam tubuh.
sumber, KOMPAS.com

Gandeng Kanada Untuk Kembangkan ICT Bagi UKM

Kamis, 04 Desember 2008 11:22
Kapanlagi.com - Indonesia menggandeng Kanada untuk bekerja sama mengembangkan dan mendorong penggunaan ICT (Information Communication Technology) bagi pelaku UKM di tanah air.

"Pemerintah diwakili Kementerian Negara Koperasi dan UKM bekerja sama dengan CIDA mengembangkan tiga proyek salah satunya penggunaan ICT bagi UKM," kata Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Negara Koperasi dan UKM, Ikhwan Asrin, di Jakarta.

CIDA yang merupakan Canadian International Development Agency bersama Kemenkop sepakat menyelenggarakan program yang diberi nama CIPSED (Canada-Indonesia Private Sector Entreprise Development).

Ikhwan mengatakan, melalui CIPSED inilah akan dikembangkan usaha-usaha kecil berbasis teknologi informasi khususnya dalam pemasaran dan perluasan jaringan usahanya.

"Untuk awalnya kami akan dorong penerapannya di empat provinsi, sedangkan provinsi lainnya akan menyusul kemudian," katanya.

Pihaknya akan mendorong penggunaan ICT bagi UKM di wilayah provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo.

Empat provinsi tersebut akan menjadi proyek percontohan bagi suksesnya penerapan ICT oleh UKM dari sejak 2008 hingga 2012.

Ikhwan mengatakan, saat ini kedua pihak sedang menyusun sistem untuk penerapan kerja sama tersebut.

"Selanjutnya akan kami arahkan untuk dibentuknya trading house bagi UKM kita," katanya.

Menurut dia, rencana tersebut akan lebih cepat terlaksana bila UKM telah terlebih dahulu menguasai dan mengaplikasikan ICT dalam bisnisnya.

"Dengan ICT misalnya internet, pelaku UKM akan lebih mudah dan murah memasarkan produknya," katanya.

Ikhwan juga menambahkan, upaya tersebut sekaligus merupakan langkah untuk menghilangkan citra masyarakat awam bahwa ICT (termasuk penggunaan internet) untuk usaha tidaklah mahal dan bukan lagi merupakan barang mewah. (kpl/cax)